Rumah Penduduk Aceh Selatan Hanyut Akibat Erosi
TAPAKTUAN - Tiga unit rumah penduduk yang terletak di sepanjang daerah aliran Sungai Manggamat di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, ambruk dan satu di antaranya hanyut dibawa arus, karena meluapnya sungai itu, sehingga mengakibatkan erosi.
Anggota DPRK Aceh Selatan Tgk Mustarudin di Tapaktuan, Rabu(8/10/2014), mengatakan, hujan lebat yang mengguyur daerah itu sejak sepekan terakhir, tidak hanya menimbulkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik lokasi, tapi juga mengakibatkan erosi sungai, sehingga rumah penduduk di pinggir sungai menjadi korban.
Legislator dari Partai Aceh itu mengatakan, pasca diguyur hujan lebat sejak telah mengakibatkan air Sungai Menggamat meluap menggenangi puluhan rumah penduduk di Desa Koto Indarung dan Desa Siurai-urai, Kecamatan Kluet Tengah.
"Luapan air Sungai Menggamat tersebut tidak hanya memasuki rumah penduduk dan lahan pertanian dalam dua desa tersebut, tapi juga mengikis (erosi) tebing sungai," ujarnya.
Menurutnya, persoalan erosi Sungai Menggamat (Krueng Kluet) yang berlokasi di pedalaman Kecamatan Kluet Tengah tersebut, sudah sangat parah serta dalam kondisi mengkhawatirkan.
Dalam satu tahun terakhir, kata dia, tercatat sudah puluhan rumah penduduk ambruk akibat erosi di mana lima unit rumah di antaranya telah hanyut di bawa arus sungai.
"Dalam tahun ini saja, sudah lima unit rumah penduduk hanyut di bawa arus sungai akibat erosi. Kasus terakhir terjadi Senin (6/10) lalu yang mengakibatkan tiga rumah penduduk ambruk akibat erosi, satu di antaranya hanyut di bawa arus sungai," jelasnya.
Mustarudin mengatakan, persoalan erosi Sungai Menggamat tersebut telah menjadi bencana besar bagi masyarakat setempat. Pasalnya, pengikisan tebing sungai itu telah menerjang belasan hektare wilayah pemukiman Penduduk atau wilayah Desa Koto Indarung dan Desa Siurai-urai.
Ia menyatakan, selain mengikis pemukiman pendudukan, Sungai Menggamat juga mengancam badan jalan. Saat ini jarak antara pemukiman penduduk dan badan jalan dengan sungai tersisa lima meter.
"Setiap Sungai Menggamat meluap, langsung terjadi pengikisan tanah sepanjang bantaran Sungai tersebut, sehingga ancaman ambruknya rumah penduduk semakin bertambah, juga badan jalan yang menghubungkan desa setempat dengan pusat kecamatan terancam putus," kata dia.
Karena itu, pihaknya meminta kepada Pemkab Aceh Selatan dan Pemerintah Provinsi Aceh segera menangani persoalan tersebut agar tidak semakin besar jatuh korban jiwa dan kerugian materiil yang di alami warga setempat.
"Kami meminta masalah ini segera ditanggulangi. Jika dibiarkan, tidak tertutup kemungkinan akan semakin banyak rumah penduduk yang rusak dan hanyut serta badan jalan yang akan putus," ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan Cut Syazalisma mengatakan erosi Sungai Menggamat semakin parah telah mengakibatkan puluhan rumah penduduk dalam Desa Koto Indarung dan Desa Siurai-urai terancam.
"Berdasarkan laporan dari petugas BPBD yang telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung, akibat erosi tersebut sebanyak tiga unit rumah penduduk terpaksa harus di bongkar karena nyaris ambruk ke sungai akibat diterjang erosi," jelas Cut Syazalisma.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, kata Cut Syazalisma, pihaknya akan mengoordinasikan terkait persoalan itu dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum Aceh Selatan untuk menyelesaikan persoalan itu.
"Kami akan mencari solusi penyelesaiannya, apakah akan dibangun tanggul di sepanjang sungai tersebut atau akan di relokasi pemukiman penduduk yang berada di sepanjang sungai tersebut," papar Cut Syazalisma.(AntaraAceh)
Labels
aceh


Post A Comment
No comments :