Mari Anak Muda Kawal Politik lewat Media Sosial
JAKARTA - Presiden baru memang sudah terpilih. Namun,
partisipasi kaum muda tidak hanya berhenti saat pemilihan umum. Selain
menggunakan hak pilih, mereka juga bertugas mengawasi jalannya
pemerintahan baru.
Salah satu cara untuk memantau perkembangan politik itu ialah melalui media massa, baik cetak, televisi, maupun media sosial. Oleh karena itu, Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMAKOM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar talkshow bertajuk Media dan Partisipasi Politik Anak Muda dengan manghadirkan dua presenter TV nasional, yakni Gustav Aulia dan Dewi Budianti, sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, Gustav menjelaskan bahwa patisipasi politik anak muda masa kini lebih terbuka dan dipengaruhi oleh media sosial yang mereka gunakan. Tanpa disadari, sebagian besar kaum muda sudah membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan politik sehingga membuat mereka ingin mengetahui perkembangan politik terkini.
“Di tahun ini, pemuda menjadi ingin tahu perkembangan politik, misalnya ketika mereka membicarakan masa lalu tokoh-tokoh politik. Ada tokoh politik yang pernah menjadi tukang mebel, ada tokoh politik yang pernah dipecat dan sebagainya. Inilah partisipasi politik anak muda dimasa kini, mereka sudah mulai melihat tokoh politik secara detail dan mendalam,” ujar Gustav, seperti dinukil dari laman UMY, Rabu (22/10/2014).
Berbeda dengan Gustav, Dewi Budianti menyatakan anak muda sebagai pengguna terbanyak internet mempunyai kecenderungan menyebarkan pengaruh mereka kepada sesama pengguna media sosial dalam partisipasi politiknya. Alumni Ilmu Komunikasi UMY 2003 itu mengungkapkan, partisipasi dan peran anak muda dalam perkembangan politik saat ini bisa terlihat dari media sosial.
“Anak muda sebagai netizen yang paling banyak mempunyai kecenderungan memberikan pengaruh ke sesama pengguna media sosial dalam partisipasi politiknya. Jika di media televisi pada 2014 partisipasi politik dari media tersebut sangat terlihat, hal inilah yang juga ikut memengaruhi politik anak muda di masa kini,” kata Dewi.
Dia menambahkan, semua pihak saling berkaitan dalam partisipasi politik. Selain peran masyarakat, media juga mempunyai peran dalam politik. Sehingga, lanjutnya, dampak positif dan negatif pengaruh politik kepada masyarakat tidak bisa hanya menyalahkan satu pihak.
Menurut Dewi, dibutuhkan rasa terbuka dan toleransi tinggi dalam menghadapi fenomena tersebut. “Karena di era keterbukaan seperti sekarang semua pihak bisa memengaruhi nyaris tanpa batas,” imbuhnya. (OkeZone.COM)
Salah satu cara untuk memantau perkembangan politik itu ialah melalui media massa, baik cetak, televisi, maupun media sosial. Oleh karena itu, Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMAKOM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar talkshow bertajuk Media dan Partisipasi Politik Anak Muda dengan manghadirkan dua presenter TV nasional, yakni Gustav Aulia dan Dewi Budianti, sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, Gustav menjelaskan bahwa patisipasi politik anak muda masa kini lebih terbuka dan dipengaruhi oleh media sosial yang mereka gunakan. Tanpa disadari, sebagian besar kaum muda sudah membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan politik sehingga membuat mereka ingin mengetahui perkembangan politik terkini.
“Di tahun ini, pemuda menjadi ingin tahu perkembangan politik, misalnya ketika mereka membicarakan masa lalu tokoh-tokoh politik. Ada tokoh politik yang pernah menjadi tukang mebel, ada tokoh politik yang pernah dipecat dan sebagainya. Inilah partisipasi politik anak muda dimasa kini, mereka sudah mulai melihat tokoh politik secara detail dan mendalam,” ujar Gustav, seperti dinukil dari laman UMY, Rabu (22/10/2014).
Berbeda dengan Gustav, Dewi Budianti menyatakan anak muda sebagai pengguna terbanyak internet mempunyai kecenderungan menyebarkan pengaruh mereka kepada sesama pengguna media sosial dalam partisipasi politiknya. Alumni Ilmu Komunikasi UMY 2003 itu mengungkapkan, partisipasi dan peran anak muda dalam perkembangan politik saat ini bisa terlihat dari media sosial.
“Anak muda sebagai netizen yang paling banyak mempunyai kecenderungan memberikan pengaruh ke sesama pengguna media sosial dalam partisipasi politiknya. Jika di media televisi pada 2014 partisipasi politik dari media tersebut sangat terlihat, hal inilah yang juga ikut memengaruhi politik anak muda di masa kini,” kata Dewi.
Dia menambahkan, semua pihak saling berkaitan dalam partisipasi politik. Selain peran masyarakat, media juga mempunyai peran dalam politik. Sehingga, lanjutnya, dampak positif dan negatif pengaruh politik kepada masyarakat tidak bisa hanya menyalahkan satu pihak.
Menurut Dewi, dibutuhkan rasa terbuka dan toleransi tinggi dalam menghadapi fenomena tersebut. “Karena di era keterbukaan seperti sekarang semua pihak bisa memengaruhi nyaris tanpa batas,” imbuhnya. (OkeZone.COM)
Labels
teknologi


Post A Comment
No comments :